ustd,Deden

ustd,Deden
Sang Pencerah

Rabu, 23 Februari 2011

proses organisasi

PROSES MEMPENGARUHI DALAM SUATU PERUSAHAAN

Dalam perusahaan tentu adanya proses peran dari masing – masing pegawai dalam suatu perusahaan.Proses peranpun itu meliputi cara kerjanya perusahaan untuk mencari harapan yang terbaik.Dimana perusahaan bisa untuk berkembang dengan baik tanpa adanya hal untuk saling mempengaruhi.Peran itupun akan saling menunjang kemajuan perusahaan.Karena dengan adanya peran untuk saling mempengaruhi maka perusahaan akan saling terdapat komunikasi yang baik didalam menjalin etika yang formal.
Dari sini akan tampak bahwa setiap perusahaan akan bisa mempengaruhi setiap pegawainya unutk melakukan hal yang terbaik.Berikut akan dijelaskan bagaimana peran proses mempengaruhi dalam suatu perusahaan.Proses mempengaruhi adalah suatu kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.sedangkan elemen – elemen nya adalah :
a. orang yang mempengaruhi (0)‏
b. metode mempengaruhi (→)‏
c. orang yang dipengaruhi (p)‏
Jadi proses mempengaruhi : 0 → p

Jadi didalam data di atas tedapat timbal balik dalam suatu pengaruh untuk mempengaruhi seseorang.sedangkan metode untuk mempengaruhi adalah di antaranya :
a. Kekuatan fisik
b. Penggunaan sanksi (positif/negatif)‏
c. Keahlian
d. Kharisma (daya tarik)‏
Daerah pengaruh mencakup hubungan-hubungan :
a. Antara perseorangan
b. Kelompok dengan seseorang
c. Seseorang dengan kelompok
Hubungan antara Kekuasaan dan Pengaruh
a. Analisis French-Raven
b. Analisis Etzioni
c. Analisis Nisbel

Dari data diatas bahwa dapat disimpulkan uatu perusahaan yang seharusnya adalah dimana perusahaan itu bisa mempengaruhi para pegawainya untuk mejadikan motivasi yang kuat guna menjadikan perusahaan yang besar.Dimana pengaruh nya perusahaan bisa sebagai insporator bagi para pegawainya.Selain itu pula harus terdapat kekuatan fisik untuk bisa mempengaruhi seseorang dan keahlian yang tepat guna tercapainya suatu tujuan.Terdapat pula bahwa mempengaruhi dalam perusahaan itu bisa dilakukan dengan berbagai macam caranya mulai dari antara perorangan,kelompok dengan seseorang,seseorang dengan kelompok.dan lain sebagainya.
Jadi betapa penting jika suatu perusahaan bisa mempengaruhi para pegawainya untuk bisa berkerja seoptimal mungkin.Sehingga perusahaan pun akan demikian pesatnya mengalami kemajuan guna adanya sifat saling mempengaruhi.

6
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Revisi
Revisi
Revisi
Revisi
Revisi
Menetapkan sasaran dan
tujuan dari mengukur hasil
Identifikasi masalah
Mengembangkan alternatif

Evaluasi alternatif
Memilih alternatif
Implementasi keputusan
Revisi
Kontrol dan evaluasi
7
Faktor-faktor penghambat identifikasi
masalah
1. Masalah persepsi
2. Masalah didefinisikan sebagai
solusi
3. Identikasi gejala sebagai masalah

1. Kesempatan
2. Krisis
3. Rutin
Tipe-tipe masalah
8
Faktor-fakt
oryang
Mempengaruh
iPersepsi
Faktor dalam Situasi
Waktu
Keadaan/tempat
kerja
 Keadaan Sosial
Faktor pada
Pemersepsi

Si kap
Kepentingan
Pengal aman
Pengharapan
PERSEPSI
Faktor pada Target

 Hal baru
Gerakan
Bunyi
 Latar belakang
Kedekatan
9
1. Model Optimasi
Tautan antara Persepsi Pengambilan
keputusan Individual

“Suatu model pengambilan keputusan yang
menguraikan bagaimana individu-individu
seharusnya berperilaku agar memaksimalkan
suatu hasil”
Langkah-langkah

2. Pastikan kebutuhan akan suatu keputusan
3. Kenali Kriteria Keputusan
4. Alokasikan bobot kepada kriteria
5. Kembangkan Alternatif-alternatif
6. Evaluasi Alternatif-alternatif itu
7. Pilih alternatif terbaik
10
Problem

Pastikan
kebutuha
n akan
suatu
keputusa
n
RELAITRK

Kenali
semua
kriteria
keputusan
KRITERIA

Berikan
bobot-
bobot
kepada
kriteria itu

A1 A2 A3 A1 A2 A3 An

Kembangk
an semua
alternatif

A1 A2 A3 A4 A5

A1 A2 A3 A4 A5
++

Evaluasi
alternati
f-
alternati
f
Pilihan
Optimu
m P ilihan
Alternatif
terbaik
11
2. Model Favorit
Problem

Memastik
an
kebutuhan
akan
suatu
kebutuhan

Penegasan
Favorit
Implisit

Seleksi
suatu
alternatif
favorit
implisit
Identifikasi
alternatif-
alternatif

Menegaskan kriteria
keputusan yang diberat
sebelahkan ke arah favorit,
identifikasi calon penegasan
Identifikasi
calon
penegasan

Seleksi
favorit
implisit
12
Hubungan antara alternatif hasil didasarkan atas
tiga kondisi, yaitu :

•Kepastian
•Ketida kpastian
•Risik o
Mengevaluasi Alternatif

Empat faktor perilaku individu, yaitu :
• Sistem tata nilai
•Kepriba dian
•Risiko
•Disa nansi
Pengaruh Perilaku terhadap Pengambilan
Keputusan Individu
13

1. Menetapkan sasaran
2. Mengembangkan
3. Memilih alternatif
4. Implementasi
keputusan
5. Kontrol dan evaluasi
Sistem tata nilai dibutuhkan pada proses
pengambilan keputusan di bidang
14

1. Variabel Kepribadian
2. Variabel Situsional
3. Variabel Intraksional
Efek kepribadian dalam proses pengambilan
keputusan terpusat pada 3 tipe variabel :
Seseorang tidak dapat sama menonjolnya disemua
aspek proses pengambilan keputusan
Karakteristik intelegensis berkaitan dengan berbagai
fase dari proses pengambilan keputusan
Hubungan kepribadian dengan proses pengambilan
keputusan bervariasi terhadap berbagai kelompok
berdasarkan faktor jenis kelamin dan status sosial
Individu mungkin kesulitan memutuskan karena sangat
dipengaruhi oleh opini khalayak umum

Kesimpulan paling penting sehubungan dengan
pengaruh kepribadian terhadap pengambilan
keputusan
15

1. Keputusan tersebut sangat penting secara psikologis
2. Adanya sejumlah alternatif yang terlupakan
3. Alternatif yang terlupakan memiliki berbagai
kelebihan yang menguntungkan
Potensi Ketidaksesuaian
Intensita kekhawatiran akan meningkat dengan
adanya kondisi seperti berikut :
1. Mencari informasi yang dapat mendukung

keputusannya
2. Memilih informasi yang mendukung keputusannya
3. Alternatif yang terlupakan diambil dengan sudut
pandang yang kurang menguntungkan

4. Mengecilkan tingkat kepentingan aspek negatif dari
keputusan dan membesarkan tingkat kepentingan
dari aspek positif
Metode mengurangi ketidaksesuaian
16

1. Penetapan Tujuan
2. Indentifikasi alternatif
3. Evaluasi alternatif
4. Memilih alternatif
5. Implementasi alternatif
Pengambilan Keputusan Kelompok

Hal-hal berikut ini berhubungan dengan proses
kelompok saat membuat keputusan tak terprogram,
yaitu :

1. Sumbang saran
2. Proses Delphi
3. Teknik Kelompok Nominal (TKN)
Teknik untuk Merangsang Kreativitas dalam
Pengambilan Keputusan Kelompok :
17
1. Tidak ada gagasan yang aneh

2. Setiap gagasan yang muncul adalah milik
kelompok, bukan milik pribadi yang
melontarkannya
3. Tidak ada gagasan yang dapat dikritik. Tujuannya
adalah menciptakan bukan mengevaluasi
Aturan dasarnya adalah :

Proses Delphi adalah suatu teknik yang merangsang kreativitas dengan menggunakan pertimbangan berdasarkan gagasan orang lain untuk mencapai Konsensus
Proses Delphi
18
1. Partisipan untuk Delphi tidak saling kenal satu
sama lain, sementara TKN sudah saling kenal.

2. Partisipan TKN duduk salling berhadapan,
sementara Delphi secara fisik berjauhan dan tidak
saling bertemu

3. Pada Proses Delphi, semua komunikasi antar partisipan dengan cara kuesioner dan umpan balik dari pemantau seorang Staf. Pada TKN partisipan berkomunikasi secara langsung
Perbedaan dasar antara Proses Delphi dan TKN
adalah :
KARIR
“Suatu deretan posisi yang diduduki oleh
seseorang selama perjalanan usianya”
Efektifitas
Karir
19

Efektifitas karir batas dimana rangkaian dari sikap
karir dan perilaku yang memuaskan seorang
individu

–Prestasi Karir
–Sikap Karir
–Kemampuan Adaptasi Karir
–Identitas Karir
20
Tahapan
Karir
Karakteristik efektivitas
karir
Kriteria efektivitas
Prestasi
kerja
Sikap
Kemampua
n
Identitas
Produksi
Efisiensi
Mutu
Kepuasan
Flesibilitas
Kemampuan
Kompetisi
Pengembanga
n
21
Netralisasi diri
Penghargaan
Otonomi
pencapaian
Keamanan
Kepuasa
n utama
Bekerja untuk
identitas

Tergantung
orang lain
untuk
penghargaan

Tergantung
diri sendiri
untuk
pengharga
an
Tergantung
orang
Tuntuta
n

Berbagi
pengalaman
kerja dengan
orang lain
Mengembangk
an keahlian

Menjadi
kontributor
independe
n

Keahlian
pengetahu
an
ketrampila
n kerja
Aktifitas
utama
55-65 th
40-54 th
25-39 th
18-24 th
Umur
Pensiun
Perawatan
Peningkata
n
Pendahulu
an
Karakteristik tahapan karir umum
Pengembangan karir
Pengembangan karir
22
•Pengembangan karir oleh individu :

–Job performance
–Exposure
–Networking
–Resignations
–Organizational loyalty
–Mentors and sponsors
– Key subordinates
– Growth opportunities
– International experience

•Pengembangan karir dengan dukungan Dept.SDM :
–Management support
–Feedback
Source : Wherther &
Pilihan dan preferensi karir
Pilihan dan preferensi karir
•Holland vocational preferences
(Realistic, Investigative, Artistic, Social,
Enterprising, Conventional)
•The schein anchors

Technical-functional competence,
managerial competence, security-stability,
creatifity, and autonomy-independence)
•Jung and the Myers-Briggs Typologies
(Extrovert & introvert, sensing & intuitive)
23
Source : De Cenzo &
Kegunaan dari penilaian
Kegunaan dari penilaian
kinerja
kinerja
24

• Performance improvement • Compensation adjustment • Placement decisions

• Training and development needs
• Career planning and development
•Staffing process deficiencies
•Informational inaccuracies
•Job-design errors
• Equal employment opportunity
• External challenges
• Feedback to human resources
Source : Wherther &
Elemen dari penilaian
Elemen dari penilaian
kinerja
kinerja
25
•Performance standards
Performance standards serve as benchmarks against
which performance is measured
•Performance measures
–Objective measures

Objective performance measures are indications of job performance that are verifiable by others and are usually quantitative.
–Subjective measures

Subjective performance measures are ratings that are based on the personal standards or opinions of those doing the evaluation and are not verifiable by others.
Source : Wherther &
Tantangan dalam penilaian
Tantangan dalam penilaian
kinerja
kinerja
•Legal Constraints

•Rater biases
–The halo effect
–The error of central tendency
–Leniency and strictness bias
–Cross-cultural biases
–Personal Prejudice
–The regency effect
26
Source : Wherther &
Metode penilaian :
Metode penilaian :
Post-oriented
Post-oriented
27
• Rating scales
• Checklists

• Forced choice method
• Critical incident method
•Accomplishment records
•Behaviorally anchored rating scales
•Field review method
•Performance tests and observations
• Comparative evaluation approaches
Source : Wherther &
Metode Penilaian :
Metode Penilaian :
Future-oriented
Future-oriented

•Self appraisals
•Management by objectives
•Psychological appraisal
•Assessment centers
28
Source : Wherther &
Implikasi dari proses
Implikasi dari proses
penilaian kinerja
penilaian kinerja
29

A successful performance appraisal system requires more than good technique. It depends on a consistent approach for comparability of results, clear standards and measures, and bias- free ratings. The implications of the process are:
•Training raters and evaluators
•Evaluation Interviews

Evaluation interviews are performance review sessions that give employees essential feedback about their past performance or future potential.
Source : Wherther &
Effective Performance
Effective Performance
Management System
Management System
Requirements of effective Appraisal
systems:
30
–Relevance
–Sensitivity

– Reliability
– Acceptability
– Practicality

Tidak ada komentar:

Posting Komentar